Dr. Rucitarahma Ristiawan, S.Par., M.Sc., dosen Program Studi Pariwisata FIB UGM, memaparkan hasil penelitian mendalamnya dalam forum diskusi akademik yang diselenggarakan oleh Cultural Geography Group, Department of Environmental Sciences, Wageningen University and Research (WUR), Belanda.
Presentasi ilmiah ini menyoroti fenomena komodifikasi warisan budaya (heritage commodification), yang mengupas bagaimana sisa-sisa fisik dari masa lalu (situs atau kawasan bersejarah) ditransformasikan menjadi aset ekonomi demi kepentingan industri pariwisata. Transformasi ini memicu perebutan ruang, pergeseran nilai lahan, serta memicu terjadinya gentrifikasi perkotaan.
Salah satu poin krusial yang diangkat dalam diskusi ini adalah kritik terhadap sistem tata kelola patrimonial (patrimonial governance). Riset ini mengungkap adanya dinamika asimetris di mana elit lokal, sektor swasta, dan negara kerap mendominasi distribusi pemanfaatan ekonomi dari proyek pariwisata berbasis warisan budaya tersebut.
Intervensi pariwisata skala besar di kawasan bersejarah ini dikhawatirkan dapat menciptakan ketimpangan ekonomi. Jika tidak dikelola secara berkeadilan, proses ini berisiko meminggirkan komunitas lokal atau masyarakat adat, serta mencabut hak-hak mereka atas tanah dan warisan budaya yang seharusnya mereka miliki dan lestarikan.
Pemaparan riset ini juga dikaitkan erat dengan kontribusinya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, seperti SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) yaitu mendorong keadilan ruang agar keuntungan ekonomi dari sektor pariwisata warisan budaya tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, melainkan didistribusikan secara inklusif kepada komunitas lokal dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menekankan pentingnya melindungi hak-hak pemukiman masyarakat di sekitar situs bersejarah serta menjaga kelestarian warisan budaya dunia dari eksploitasi dan komersialisasi yang berlebihan.
Diskusi riset di salah satu universitas ternama dunia ini diharapkan dapat memicu evaluasi kritis bagi para pengambil kebijakan pariwisata di Indonesia, agar pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya di masa depan dapat berjalan beriringan dengan keadilan sosial bagi masyarakat lokal.
Penulis: Faiq
Editor: Popi
Foto: Wageningen University & Research, Cultural Geography