Sebagai bagian dari kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, Program Studi Pariwisata FIB UGM mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Padukuhan Gleyoran, Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 di Dukuh Gleyoran. Sebanyak 6 dosen Prodi Pariwisata FIB UGM dan beberapa mahasiswa Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HIMAPA) mengadakan kegiatan observasi dan wawancara dalam rangka program PkM.
Padukuhan Gleyoran merupakan sebuah wilayah pedukuhan kecil di tepi Sungai Progo yang melintasi wilayah Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Pedukuhan ini terletak tidak jauh dari kawasan wisata Candi Borobudur, kawasan destinasi wisata super prioritas dan pusat wisata di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah Padukuhan Gleyoran merupakan kawasan perdesaan dengan tradisi nelayan sungai yang sudah berlangsung secara turun-temurun. Kawasan Sungai Progo di Padukuhan Gleyoran memiliki keunikan berupa sarana transportasi gethek (rakit bambu) dan ikan endemik di kawasan sungai. Selain itu, Pedukuhan Gleyoran juga dianugerahi pemandangan alam yang indah di tepi Sungai Progo, yang dapat dinikmati terutama saat matahari terbenam.

Dalam kegiatan PkM kali ini, Tim Prodi Pariwisata FIB UGM memfokuskan kegiatan pada pendataan,asesmen, dan perencanaan peningkatan kualitas atraksi wisata di Pedukuhan Gleyoran, Kec. Borobudur, Kab. Magelang. Kegiatan difokuskan pada wawancara tokoh-tokoh wisata kunci dan observasi potensi dan fasilitas pendukung wisata.
Kegiatan wisata utama yang ditawarkan di Pedukuhan Gleyoran berfokus pada dua atraksi utama, yakni atraksi wisata Gethek Balong dan Museum Nelayan Tanpa Perahu. Gethek Balong merupakan paket wisata menaiki gethek (rakit bambu) yang didayung melintasi dan menyusuri Sungai Progo. Pengelolaan wisata ini dilakukan sepenuhnya oleh komunitas kecil warga Pedukuhan Gleyoran, mulai dari desain paket, reservasi, hingga pelayanan. Untuk itu, Prodi Pariwisata FIB UGM berupaya melakukan pendampingan demi optimalisasi program layanan wisata yang dilakukan oleh warga pedukuhan agar tercipta pariwisata yang lestari dan mensejahterakan warga masyarakat. Program PkM Prodi Pariwisata FIB UGM juga berupaya menelusuri opsi-opsi daya tarik wisata baru khususnya kuliner demi menunjang aktivitas wisata Gethek Balong.

Selain wisata gethek menyusuri Sungai Progo, warga masyarakat Pedukuhan Gleyoran juga merancang sebuah museum yang menampung benda-benda dan informasi seputar nelayan Sungai Progo. Museum ini dinamai Museum Nelayan Tanpa Perahu, yang menempati salah satu rumah warga pedukuhan. Di museum ini ditampilkan berbagai peralatan menangkap ikan di sungai, yang dalam digunakan dalam keseharian warga kampung untuk menangkap ikan. Mayoritas alat tangkap ikan yang ditampilkan di Museum Nelayan Tanpa Perahu adalah alat tangkap yang terbuat dari bambu. Selain itu, ditampilkan juga jala yang terbuat dari benang khusus yang dirajut sedemikian rupa sebagai alat tangkap ikan di sungai yang beraliran deras. Pengelola museum, Bapak Tio,mengungkapkan bahwa ide awal mendirikan museum berasal dari warga Gleyoran sendiri yang terdorong untuk melestarikan pengetahuan yang terkait dengan penangkapan ikan di sungai. Selain berbagai koleksi alat tangkap ikan, Museum Nelayan Tanpa Perahu juga menampilkan akuarium yang diisi dengan berbagai ikan endemik Sungai Progo, di antaranya ikan beong, ikan wader, ikan lele sungai, dan ikan nila. Menurut pengelola museum, memelihara ikan endemik sungai di sebuah akuarium tidaklah mudah mengingat ekosistem sungai sangat berbeda dengan lingkungan akuarium berair jernih.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Tim PkM Prodi Pariwisata FIB UGM pada 18 Juli 2026 ini sejalan dengan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan, utamanya SDG nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan yang berbasis komunitas lokal, serta SDG nomor 11, yaitu Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dalam upaya pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal nelayan Sungai Progo.